The Hotel Week Indonesia Jembatani Industri Perhotelan dan Pariwisata

  • Admin
  • 2017-10-02

JawaPos.com - Indonesia terkenal memiliki banyak destinasi pariwisata yang sangat indah. Mulai dari hamparan pantai hingga panorama alam pegunungannya.

Namun sayangnya, aset kekayaan pariwisata tersebut tidak serta-merta menarik minat investor untuk menanamkan modalnya.

Menurut data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), kontribusi sektor pariwisata terhadap total realisasi investasi di Indonesia tahun lalu masih tergolong rendah, yakni baru berkontribusi sebesar 2,2% atau setara Rp 51,2 triliun.

Untuk mendorong investasi di sektor ini, diperlukan lebih banyak pameran dan eksibisi perhotelan yang bisa menghubungkan pelaku industri dibidang perhotelan dan pariwisata (hospitaliti industri).

Menjawab hal tersebut, CNG Media & Events, perusahaan yang bergerak dibidang pameran dan konferensi berbasis business-to-business (B2B), didukung oleh berbagai asosiasi perhotelan di Indonesia, menghadirkan acara "The Hotel Week Indonesia".

Kegiatan ini merupakan sebuah pameran dan eksibisi dibidang hotel dan pariwisata yang hadir dengan konsep "One-stop Global Resourse Hotel & Hospitality ".

Rencananya, acara dihelat mulai tanggal 23 hingga 25 November 2017 di Jakarta Convention Center.

Selain mempertemukan penjual dan pembeli barang/jasa di sektor ini, The Hotel Week Indonesia juga menghadirkan pejabat pemerintah terkait, pemimpin berbagai asosiasi perhotelan di Indonesia, dan narasumber dari kalangan profesional.

Mereka akan berbicara dalam berbagai diskusi panel dengan topik terhangat. Di antaranya Alexander Nayoan, Chairman Jakarta Hotel Association, Charles Le Coz dari Bali Hotel Association, Iman Ardiansyah, Director Ayodya Resort Bali, serta Chandra Goetama, Presiden Direktur Moizland Development.

Beberapa tema diskusi panel yang diangkat diantaranya "Masa Depan Industri Perhotelan Indonesia", "Hybrid Hotel Investment", sampai dengan "Peranan Digitalisasi dan Internet di Industri Perhotelan".

"Alangkah indahnya kalau Indonesia, sebagai negara bahari, sebagai negara tourism punya even atau pameran seperti ini yang dibuat oleh kita sendiri," ungkap Alexander Nayoan, Ketua Umum dari Jakarta Hotel Association (JHA), yakni asosiasi perhotelan yang mempunyai anggota yang terdiri dari lebih dari 40 hotel berbintang tiga, empat sampai lima di Jakarta.

Alex, yang merupakan veteran yang telah bekerja selama 32 tahun di industri perhotelan mengatakan, produsen alat perhotelan maupun industri terkait bisa memanfaatkan ajang seperti ini untuk mempromosikan produk mereka.

"Sehingga bisa mengurangi overhead untuk biaya marketing. Kemudian Orang asing bisa dengan mudah mengetahui produk-produk Indonesia," ungkapnya.

The Hotel Week Indonesia akan menampilkan berbagai macam produk terkait industri perhotelan dan pariwisata.

"Kami ingin menyediakan wadah yang mempertemukan pelaku di industry hospitality dan membuka peluang bisnis melalui networking dan eksibisi ini. Kami berharap bisa menjadi panitia penyelenggara dengan konsep one-stop global resource for hotel and hospitality," ujar Henry, co-founder dari CNG Media & Event.

Henri mengatakan memperkirakan lebih dari 150 peserta, 300 delagasi, 25,000 trade profesional industri hospitaliti akan meramaikan acara ini. Termasuk asosiasi terkait industri perhotelan.

Diantaranya adalah Jakarta Hotel Association Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI), Gabungan Industri Pariwisata Indonesia.

(GIPI), the International Hotel & Restaurant Association (IHRA), Bali Hotels Associations.

Kemduian Inodnesia Hotel Engineers Associations (ASATHI), Indonesian Housekeepers Association, Hotel Information Technology Association (HITA) dan Hotel Front Liners Association.

(mam/JPC)
Original Source: https://www.jawapos.com/read/2017/09/08/155971/the-hotel-week-indonesia-jembatani-industri-perhotelan-dan-pariwisata

Follow Us On Social Media